bedah-bukuProgram Magister Ilmu Ekonomi mengadakan Bedah Buku Tata Kelola Ekonomi Keuangan Daerah  dimana Nara sumber atau pemateri pada kegiatan Bedah Buku adalah Pengarang Buku Tata Kelola Ekonomi Keuangan Daerah yaitu Bapak Dr. Windhu Putra, SE, M.Si beliau adalah dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak dan Pembedah Buku dari Pemerintah, Swasta, Bank dan Akademisi.

Tujuan dilaksanakannya Bedah buku ini yang pertama adalah untuk Memahami secara mendalam isi dari buku sehingga  dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari buku tersebut serta dapat membandingkannya dengan teori atau wacana yang baku, kedua Akan mempermudah peserta dan mahasiswa untuk mengetahui isi dari buku dimaksud dan manfaat yang didapat dari buku yang akan dibelinya, ketiga dengan mengikuti bedah buku peserta dan mahasiswa dapat memahami isu yang berkembang saat dilaksanakan bedah buku, dan ke empat Peserta dan juga mahasiswa akan tahu sudut pandang penulis dalam menuangkan ide-idenya dari situ peserta dan mahasiswa dapat menarik isi buku dan mengaitkannya dengan hal-hal yang terjadi dilingkungan sekitar.

Kegiatan Bedah Buku Tata Kelola Ekonomi Keuangan Daerah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 4 Oktober 2016 di Gedung Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan Pontianak beralamat Jalan Imam Bonjol Komplek Untan Pontianak, dengan peserta workshop adalah BPKAD, Bappeda, Bank Indonesia, Anggota Dewan, Kantor Pajak, Dispenda, KPKAN, Inspektorat, Notaris, Akademisi dan Mahasiswa.

Bedah Buku atau yang dikenal dengan resensi buku (a book review) secara sederhana dapat diartikan sebuah kegiatan mengungkapkan kembali isi suatu buku secara ringkas dengan memberikan saran terkait dengan kekurangan dan kelebihan buku tersebut menurut aturan yang berlaku umum atau yang telah ditentukan.

Pembedah perlu mengetahui dengan baik tujuan dan maksud penulis, gaya bahasa, serta peran penulis buku, sehingga pembedah dapat memahami dengan baik isi dan maksud informasi yang tersaji. Selain itu, pembedah juga perlu mengenal calon pembaca yang menjadi sasaran para penulis, sehingga pembedah dapat menilai sejauh mana informasi yang tersaji menjawab kebutuhan calon pembaca.

Pembedah harus memiliki wawasan yang luas, suka membaca dan menjadi kolektor informasi, sehingga ia dapat memberikan pandangan yang cukup objektif dalam menilai keunggulan dan kelemahan buku. Keluasan wawasan pembedah sangat dibutuhkan, khususnya bila pembedah akan menganjurkan atau bahkan melarang calon pembaca untuk membaca informasi-informasi yang dikemas menjadi buku tersebut. (irw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *